Selasa, 08 Februari 2011

Hampa



Sesak, hampa, gelisah, tak berdaya, itulah sekelumit rasa yang ada, oksigen menghilang dari otak, darah serasa tak membawanya menuju otak, benar-benar hampa, gelap menghampiri jiwa. Akankah ini akhir dari segalanya?

Ketika putus asa menerpa diri yang sedang menanggung sebuah ujian iman, ketika itu dunia serasa akan ditinggal selamanya. Diri yang putus asa benar2 senyuman kemenangan bagi si penggoda iman, para syaithan. Laknatullah itu menari-nari di pelupuk mata, membuat putus asa semakin meraja. Diri dibuat lupa dengan sang Pencipta. Laknatullah kembali membisikkan kata manisnya putus asa. Iman yang lemah seakan tak berdaya.

Cukup! Iman! Segeralah bangkit, halau rasa putus asa yang di hantamkan syaithan kepada diri yang tidak berdaya. Hujamkan ke dalam diri kalimat semangat dari Rabbnya. Kobarkan kalimat suci itu kedalam diri yang tak berdaya ini.

wahai putus asa segeralah sirna, manakala iman kembali menampakkan dirinya, berupa kesabaran seorang hamba menghadapi ujian iman. Kesabaran berkata, ujian yang kau derita hanyalah setitik dari ujian yang akan kau terima di akhir masa. Lalu sanggupkah sang putus asa mengalahkan diri yang mulai bersimbah dengan kekokohan iman dan berbalut kesabaran.

Aku rasa tak akan ada yang sanggup melawan kekokohan iman yang berbalut kesabaran ini. Tidak sang putus asa, tidak juga para syaithan sang pembuat putus asa itu. Aku ingin sekali menikmati kemenangan diri dari keputusasaan ini, kemenangan iman dan kesabaran, hingga suatu saat takkan ada syaithan yang berani menyusupkan rasa putus asa kedalam diri ini.

Rasa putus asa ketika menghadapi ujian, sebuah penyakit yang tidak di ketahui, yang membuat diri hampir pingsan setiap saat jika tidak berbaring. dalam keadaan berbaring sekalipun diri yang sedang putus asa ini, kadang di sergap perasaan dan gejala pingsan yang entah sampai kapan.

Hanya Allah yang membuat diri masih bisa merasakan iman yang mulai bertambah hanya kepadaNya diri berserah, karena Dia yang menciptakan diri yang tak sempurna.

Wahai diri, ujian bukan untuk membuatmu putus asa, namun ujian adalah untuk kau nikmati dan kau rasakan sebagai karunia Ilahi. Teruslah bertahan demi titipan Ilahi yang tidak semua orang di percaya untuk di titipi.

yaa Robb........Engkaulah sandaran Hati

Hening



Dalam hening dan rindu yg tak brujung,
Dalam usha dan sbr yg tiada batas.
Dalam tafakur, doa dan pengharapn
menanti jwbn atas smua ksbran
bulir bening disudut mata rasanya tak trbendung
tak ada sesl dlm tiap smua yg Kau beri Robb
saat ksulitan itu kian trasa
diri seorg pngembra dunia
harus mampu berhelat dgn waktu walau itu sulit tapi saya bisa
saya yg tak boleh kalah melwan getirny hari.yakinkan sy Robb Engkau ada disini
menanti adzan subuh,31 jnwri 2011

Husnuddzhon 'alallah


Saya pernh trsndung dan terjatuh ke lubng besar kawan,
saya harus keluar dr lubng itu dgn kondisi yg lbh kuat
buang sedih, saat anak pnh yg mematikn dtng menyerng dr org yg dkt dgn sy.sy yakin akn menmukn org yg mampu mencbut ank pnh dan mengobti luka itu,lalu mengmblikn khdupn dan senyuman sy seperti smula.
Lembrn2 yg tlh kring dan usang masa lalu tak usah dilihat lg.
Krn lembran2 itu buknlh akhr dr prjalan hdup sy.
Lihat kawan sy msh tetp dpt tersenyum
mencoba mrubh krugian menjdi kbruntungan
tak dpt sy merubh nasi yg tlh menjdi bu2r menjdi nasi yg utuh, tugas sy adlh menyajikn bu2r itu menjdi makanan yg lezat,subhanallah..buknkh itu lbh baik?
Yaa Robb memandang takdirMU untk sy,dgn tetp brhusnuddzon lternyata lbh indh.^_^
memaafkan smua kslhan siapapun mreka yg tlh mendzolimi sy,buknkh lbh bijak?buknkh slalu ada Engkau yaa Robb?
Sudut kamarku,27 jnwri 2011

Rinduku Bertalu

Bulan berganti minggu berlalumenit melajudetik semakin terenga engah penantian ini sgt trasa dlm desah tasbih brharap dlm lntutan do'a trucap pada wkt agar segera mempertemukn dgn jari pelepas dahaga memainkan dawai cinta yg halal dgn lembut suara krinduan merambat, mengalir seperti sungai dr sang penciptahingga rindu brtumpuksemoga sampai mengalir ke hulu hingga rindu tak brserakan sia2 rinduku bertalu mujahidku

menunggu adzan maghrib,Msjid baitul 'ibad,25 jnwri 2011
Robb sy titip dia padaMU,seseorg yg tlh Engkau tulis di lauhil mahfudzMU untukkuEngkaulah tmpt penitipan trbaik dan paling aman

Sabtu, 05 Februari 2011

Bimbang

Ingin ku lukiskan muslim
betapa saat ingatan itu merajai, bercokol di otak kecilku
dia membawaku pada ruh kefuturan
menyapu sebagian ghirah yang tersisa untk mencapai asa itu
menggoyahkan cita2 di satu masa
kadang ke kiri,ke kanan,ke depan,ke belakang tak berhaluan
buliran bening dr sudut mataku rasanya sudah jadi minuman rutin saat ingatan itu hadir
astaghfirullaahal 'adzim
Robb..di luar kesedihan yg menyapa, bantulah saya menguatkn azzam itu kembli
lapangkan kemaafan itu benar2 tak berbekas
sy ingin menapaki jalan ini

sudut kamarku. 29dsmbr

Selasa, 11 Januari 2011

Untukmu yang sedang terbaring lemah

Untukmu muslim yg sedang terbaring lemah
sabarlah sabar
tahan rasa sakitmu dengan tetap mengingatNya
Untukmu muslim yg sedang terbaring lemah
laa tahzan, sungguh tiap titik rasa sakitmu adalah penggugur dosa
untukmu muslim yang sedang terbaring lemah
Allah sedang mengujimu
sabarkah ?atau aralkah?
Untukmu muslim yang sedang terbaring lemah
semoga Allah memberikanmu kekuatan
memberikanmu kesembuhan
mengangakt penyakitmu tak tersisa
untukmu muslim yg sedang terbaring lemah
senyumlah senyum ada tatap sendu yang menunggu sumringahmu
sabarlah sbr ini hanya ujian

laa tahzan innallaaha ma'anaa
^_^
isyfi yaa Allah, li anna antassyaafi
sembuhkanlah yaa Allah krn Engkau adlah penyembuh terbaik

tangerang,menanti adzan subuh 7jnwri 2011

Ketika Saya Menunggu


Hari ini kembali merasakan bagaimana rasanya menunggu itu. Akan tetapi ternyata menunggu itu membuahkan inspirasi untuk kembali menuliskan apa yang saya pikirkan tentang menunggu. Pada awalnya memang merasa jenuh dengan aktivitas menunggu, karena merasa mengharapkan kehadiran sesuatu namun tak kunjung datang. Entah beberapa kalinya menunggu itu saya rasakan akan tetapi ternyata ada banyak hal yang kembali saya renungkan dalam proses penantian saya.

Tak selamanya menunggu itu aktivitas yang sia-sia. Terkadang satu hal yang membuat kita jenuh dalam bersabar dalam sebuah penantian karena merasa menunggu itu adalah sebuah kesia-sian atau sebuah ketidakpastian. Tetapi itu semua salah, karena Allah tidak hanya melihat hasil tetapi juga sebuah proses. Bukankah seseorang yang menunggu waktu sholat itu terhitung melakukan sholat itu sendiri. Sama halnya dengan penantian kita terhadap niat kebaikan dalam sebuah mesjid dalam menanti mereka insya Allah tetap Allah hitung sebagai waktu-waktu seperti yang kita niatkan entah itu membagi sedikit ilmu yang Allah titipkan atau juga menanti untuk menuntut ilmuNya.

Menunggu boleh jadi sebuah ujian sejauh mana keikhlasan kita untukNya. Entah.. itulah yang ku rasakan selama menunggu. Merasa Allah sedang melihat sejauh mana kita menyikapi akan sebuah proses yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita tetapi sesuai kehendakNya hanya untuk melihat sejauh mana kita berhasil melaluinya.

Sebuah keikhlasan yang menjadi rahasia terbesar seorang hamba dengan sang penciptaNya akan setiap amal kebaikaNya. Keikhlasan yang tiada hanya diuji di awal tetapi sepanjang hidup hambaNya dengan berbagai bentuk dan waktunya.

Menunggu sarana pelatihan husnudzan kepada mereka. Ukhuwah tiada pernah dapat dimulai dan dipertahanan manakala dalam hati kita terdapat prasangka buruk terhadap mereka. Tetapi tingkatan ukhuwah yang paling dasar adalah berlapang dada tanpa disertai sejuta prasangka buruk terhadap mereka. Oleh karenanya di dalam menunggu membuat kita terlatih mencari sejuta prasangka baik terhadap mereka, karena tiada setitikpun kecintaan terhadap mereka ketika dalam hati ada titik-titik prasangka buruk untuk mereka. Padahal tak akan merugi orang-orang yang saling mencintai karenaNya karena akan memperoleh cintaNya dan orang yang paling dicintaiNya di antara mereka yang saling mencintai karenaNya adalah yang paling besar & baik kecintaanNya terhadap saudara-saudaranya.

Menunggu itu menuai sejuta manfaat akan waktu yang ada. Hari ini ternyata ketika mau utuk bersyukur ternyata dalam menunggu selama 3 jam itu, dapat menuntaskan 205 halaman sebuah buku. Juga pada saat sebelumnya yang ternyata dalam menunggu dapat melakukan sholat tasbih untukNya. Setelah dilihat ternyata ada sejuta manfaat ketika mengelola waktu tunggu kita, selagi Allah tetap mencatat pahala menunggu sesuai dengan niat awal plus kebaikan lain yang sedang kita lakukan selama menunggu. Wah.. harus tambah bersyukur karena Allah kembali melipat gandakan keberkahan satu waktu kita tat kala kita menunggu sesuatu.

Menunggu ternyata menciptakan do’a dan harapan untukNya.Bayangkanlah menunggu di dunia bukanlah aktivitas yang terlalu menakutkan seperti kelak kita menunggu antrian penyerahan kitab amal perbuatan kita beserta bentuk-bentuk hisab dariNya akan setiap waktu, ilmu, amal, serta harta kita. Sebuah penantian yang membuat butir-butir keringat mengucur dengan derasnya karena rasa takut dan khawatir terhadap perilaku kita semasa di dunia. Oleh karenanya semoga waktu dan kesabaran penantian kita di dunia ini menuai kelapangan dalam menanti keputusanNya kelak terlebih mudah-mudahan Allah mempercepat waktu hisab kita karena amal menunggu kita di dunia ini.

Menunggu sarana pembuktian ketulusan kita untuk mereka. Ternyata perasaan tidak enak bukan hanya hadir bagi yang menunggu akan tetapi bagi mereka yang membuat kita menunggu juga merasakan hal yang sama. Mereka merasa tidak nyaman karena kekhilafan mereka sehingga membuat kita harus menunggu kehadiran mereka. Penerimaan terbaik kita terhadap mereka orang yang kita cintai bukanlah karena segala keistimewaan yang melekat pada mereka, akan tetapi penerimaan terbaik kita sebagai pembuktian ketulusan kita terhadap mereka ternyata karena kita bersedia menerima kekurangan mereka atas kita. Oleh karenanya ternyata bersabar dan memaafkan mereka ternyata membuat mereka semakin memiliki rasa sayang terhadap kita.

Semoga ketika Allah kembali menguji kita dengan menunggu atau sebuah penantian, kita dapat mensyukurinya sebagai nikmat dariNya.

Faidzaa a'azamta fatawakkal 'alallah

Robb......istiqomahkan saya.................T_T

Tangerang, 8 januari 2011